Archive for October, 2005

MOTIVASI

Wednesday, October 19th, 2005

Krishna1
Krishna berkata :
Berkaryalah tanpa mengharapkan hasil akhir
Jiwamu pasti tenang
Berkaryalah dengan selalu mengharapkan hasil akhir
Jiwamu pasti gelisah
Tuhan tidak menentukan kegelisahan dan ketenangan jiwamu
Kau sendiri yang menentukannya dengan perbuatanmu, ulahmu

Begitulah kita terjangkit enggan bekerja, kalau bisa maunya memperoleh hasil tanpa bekerja. Tidak mengherankan bila kita selalu membutuhkan motivasi, dan motivasi bisa berupa uang, kedudukan, ketenaran… Berdoa dan beribadahpun, bila tidak dijanjikan surga atau pahala, belum tentu kita mau.
Bisnis jasa konsultan motivasi sekarang sangat marak, karena kita tidak bisa lagi memahami apa arti bekerja tanpa pamrih, “bekerja demi pekerjaan itu sendiri” kata Svami Vivekananda…

Aku sering merasa geli melihat banyaknya tokoh-tokoh agama “berkicau”, berkhotbah, menyebar kebencian dan rasa takut, untuk memotivasi (kalau tidak boleh dibilang menakut-nakuti) umatnya untuk berlomba meraih pahala dan masuk surga. Apalagi dengan banyaknya sinetron Rahasia Ilahi yang lebih banyak mengada-adanya, kampungan dan tidak mendidik sama sekali. Yang lebih bikin geli lagi, banyak juga orang yang suka nontonnya. Jamane pancen jaman “edhian” kata Ronggowarsito…
“Takutlah kepada Tuhan”, katanya, “Satu-satunya yang harus ditakuti adalah Tuhan” kata penceramah… BETAPA TOLOLNYA. Bukankah sesuatu yang kita takuti itu justru sesuatu yang kita benci, tidak mungkin kita cintai? Kalau kita takut kepada Tuhan, bukankah berarti kita tidak mungkin dekat dengan Tuhan? Anak-anak saja tau… Lagipula apa kepentingannya penceramah itu berbuat seperti itu. Mengherankan bukan?

Sekarang juga sedang marak-maraknya diselenggarakan kursus ESQ, supaya cerdas intelek, cerdas emosi dan cerdas spiritual. Tapi para orang cerdas ini belum teruji kecerdasannya. Lagipula kecerdasan saja tidak membantu. Karena kecerdasan itu sendiri sudah merupakan “buah pikiran” – dan spiritualitas bukanlah buah pikiran. Arogansi mereka terbukti oleh istilah-istilah yang mereka pakai : “Zero Mind” misalnya – apa maksudnya? Apakah mereka tidak pernah belajar, setidaknya membaca tentang meditasi Vippasana (Budhist), Tonglen (Dalai Lama, yang sesungguhnya diajarkan oleh Dharmakirti kepada Atisha), merenungkan “Koan” (Zen / Tao), Yoga (Patanjali) atau dari berbagai sumber dan referensi lainnya… Lucu sekali kalau mencoba untuk memonopoli kebenaran dari sudut pandangnya dan ajaran agamanya sendiri. Itu sendiri merupakan suatu tanda ketidakcerdasan, IGNORANCE…

KUPU-KUPU

Tuesday, October 18th, 2005

Monarch_pupa Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong. Orang itu duduk dan mengamati selama beberapa jam bagaimana si kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Ternyata kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, dan sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya berharap bahwa suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar, sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang dalam waktu. Ternyata semuanya tak pernah terjadi. Kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tak pernah bisa terbang.
Butterfly_1

Kebaikan dan ketergesaan orang tersebut merupakan akibat dari ketidakmengertian bahwa kepompong yang menghambat, dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu untuk berpindah ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga sayapnya menjadi kuat dan siap terbang begitu memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin akan melumpuhkan kita.

Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita tidak pernah bisa “terbang”.
Viceroy_1

Kita mohon kekuatan… dan Tuhan memberi kita kesulitan2 untuk membuat kita kuat. Kita mohon kebijaksanaan… dan Tuhan memberi kita persoalan untuk diselesaikan. Kita mohon kemakmuran… dan Tuhan memberi kita otak dan tenaga untuk bekerja. Kita memohon keteguhan… dan Tuhan memberi kita bahaya untuk diatasi. Kita memohon cinta dan kasih saying… dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk ditolong. Kita memohon kemurahan dan kebaikan hati… dan Tuhan memberi kita kesempatan2 dan tantangan untuk diatasi.
Kita tidak memperoleh yang kita inginkan… tetapi… kita mendapatkan segala yang kita butuhkan. Itulah kemahabaikan Tuhan bagi kita, yang sering tidak kita mengerti.