MEDITASI

LotusgloMeditasi tak pernah berarti berdoa. Doa dan permohonan lahir dari rasa iba diri. Kita meminta apabila kita dalam kesulitan. Kita memohon bila ada kesedihan. Apabila ada kegembiraan dan kebahagiaan, tak ada permohonan.

Rasa iba diri yang begitu terpancang dalam hati manusia, ini merupakan akar keterpisahan. Sesuatu yang terpisah atau yang mengira dirinya terpisah - dan yang selalu mencari identifikasinya dengan sesuatu yang tidak terpisah - hanya membawa lebih banyak pemisahan dan kepedihan.

Dari kebingungan dan kepedihan itu orang menangis mengiba-iba memohon kepada surga, atau kepada suatu Tuhan "buatan" akal manusia. Permohonan ini mungkin akan mendapatkan jawaban tetapi jawaban itu tak lain adalah gaung dari perasaan iba diri, dalam keterpisahannya.

Pengulangan kata-kata dan dan doa-doa bersifat menghipnosa diri, menutup diri dan destruktif. Pemisahan oleh pikiran selalu terjadi dalam medan yang dikenal, dan jawaban atas doa adalah jawaban dari yang dikenal.

Meditasi jauh dari ini. Dalam medan ini, pikiran tak bisa masuk; tak ada pemisahan, dan karena itu tak ada identitas. Meditasi ialah berada dalam keterbukaan; tak ada tempat bagi rahasia. Segalanya nampak, jelas; maka, keindahan cinta itu ada.

Leave a Reply