TARIAN SHIVA
Tarian Shiva bukan hanya menyimbolkan siklus kosmis penciptaan dan penghancuran, tetapi juga merupakan ritme kehidupan dan kematian sehari-hari yang merupakan dasar dari seluruh eksistensi. Pada saat bersamaan, Shiva mengingatkan kita bahwa bentuk-bentuk ganda dalam dunia adalah maya - bukanlah fundamental, tetapi ilusif dan selalu berubah - karena Dia tetap mencipta dan menghancurkan dalam aliran yang tiada henti dalam tariannya.
Seperti diungkapkan Heinrich Zimmer :
Gestur-gestur liar dan penuh karuniaNya, mempercepat ilusi kosmis; lengan-lengan dan kaki-kaki yang melayang dan berayun dari torsonya menghasilkan - pada dasarnya, mereka adalah - penciptaan-penghancuran yang berkesinambungan dari alam semesta, kematian dengan tepat menyeimbangkan kelahiran, pemusnahan tujuan dari yang akan menjelang.
Makna-makna yang bervariasi dari tarian ini diberikan secara detail oleh bentuk-bentuk ini dalam sebuah alegori bergambar yang rumit. Tangan kanan yang paling atas memegang gendang yang menyimbolkan suara primer penciptaan; tangan kiri yang paling atas menyemburkan lidah api, elemen penghancuran. Keseimbangan dua tangan yang merepresentasikan keseimbangan yang dinamis dari penciptaan dan penghancuran dalam dunia, ditekankan lebih jauh lagi lewat wajah yang tenang dan lepas dari sang penari dalam pusat kedua tangan yang didalamnya polaritas penciptaan dan penghancuran dipisahkan dan dilampaui. Tangan kanan yang kedua dimunculkan dalam tanda "jangan takut", menyimbolkan pemeliharaan, perlindungan, dan kedamaian, sementara tangan kiri yang berikutnya menunjuk kebawah ke arah kaki yang terangkat yang menyimbolkan kebebasan mantera maya. Shiva digambarkan seolah-olah sedang menari di atas tubuh seorang iblis, simbol pengabaian manusia yang harus ditaklukkan sebelum pembebasan dicapai.
Tarian Shiva adalah tarian alam semesta; aliran yang tiada henti dari energi yang melewati ragam pola yang tak terhingga yang bercampur antara satu dengan lainnya.
Fisika modern telah menunjukkan bahwa ritme penciptaan dan penghancuran bukan hanya manifestasi dalam membalikkan musim-musim dan dalam kelahiran dan kematian setiap makhluk hidup, tetapi juga merupakan materi anorganik yang paling inti. Berdasarkan teori medan kuantum, setiap interaksi antar berbagai struktur materi berperan melalui emisi dan absorbsi partikel-partikel virtual. Lebih jauh lagi, tarian penciptaan dan penghancuran merupakan dasar yang paling eksistensial dalam materi, karena setiap partikel materi "menginteraksi diri" dengan mengemisi dan mengabsorbsi partikel-partikel virtual. Fisika modern juga mengumumkan bahwa setiap partikel subatom tidak hanya menampakkan tarian energi, tetapi juga merupakan tarian energi itu sendiri; sebuah proses yang bergetar dari penciptaan dan penghancuran.
Bagi para fisikawan modern, tarian Shiva merupakan tarian materi subatom. Seperti halnya dalam mitologi Hindu, ia merupakan tarian yang berkesinambungan dari penciptaan dan penghancuran yang melibatkan seluruh kosmos; dasar dari seluruh eksistensi dan dari seluruh fenomena alam. Beratus-ratus tahun silam, seniman-seniman India Menciptakan gambaran-gambaran visual dari Shiva yang sedang menari, pada masa sekarang ini, para fisikawan telah menggunakan teknologi yang paling maju untuk memotret pola-pola tarian kosmis. Foto-foto kamar gelembung partikel-partikel yang sedang berinteraksi yang melahirkan kesaksian tentang ritme yang berkesinambuangan dari usaha penciptaan dan penghancuran alam semesta, merupakan gambaran visual tarian Shiva yang menyeimbangkan gambaran-gambaran para seniman India dalam guratan yang indah dan mendalam. Metafora tarian kosmis juga telah menyatukan mitologi kuno, seni religius dan fisika modern.
August 21st, 2007 at 12:41 pm
..ohm namo shivai..
great information!